Ia
adalah anak kedua dari empat bersaudara dari orang tua pasangan dokter gigi -
psikiater. Sejak kecil Zuckerberg suka mengutak-atik komputer, mencoba
berbagai program komputer dan belajar membuatnya. Ayahnya sendiri membelikannya
komputer sejak ia berusia delapan tahun. Saat di sekolah menengah Phillips
Exeter Academy, ia dan rekannya, D'Angelo, membuat plug-in untuk MP3 player
Winamp.
Plug-in
adalah program komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host seperti web
browser atau email untuk keperluan tertentu. Zuckerberg dan D'Angelo membuat
plug-in untuk menghimpun kesukaan orang terhadap aneka jenis lagu dan kemudian
membuat playlist-nya sesuai selera mereka. Mereka mengirimkan program itu ke
berbagai perusahaan termasuk ke AOL (American Online) dan Microsoft. Pada tahun
terakhimya di Phillips ia direkrut oleh Microsoft dan AOL untuk suatu proyek.
Saat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi keduanya harus berpisah. D'Angelo
masuk Caltech sedangkan Zuckerberg masuk Harvard.
Cikal Bakal Berdirinya Facebook
Di
Harvard inilah Zuckerberg menemukan ide membuat buku direktori mahasiswa online
karena universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto
dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang
pertemanan di antara mereka. Namun setiap kali ia menawarkan diri membuat
direktori itu, Harvard menolaknya. "Mereka mengatakan punya alasan untuk
tidak mengumpulkan informasi (mahasiswa) ini," ujar Zuckerberg kemudian.
Meski
ditolak ia selalu mencari cara untuk mewujudkannya. "Saya ingin
menunjukkan kalau hal itu bisa dilakukan," lanjutnya soal kengototannya
membuat direktori itu. Proyek pertamanya adalah CourseMatch (www.coursematch.com)
yang memungkinkan teman-teman sekelasnya berkomunikasi satu sama lain di
website tersebut. Suatu malam di tahun kedua ia kuliah di Harvard, Zuckerberg
menyabot data mahasiswa Harvard dan memasukkannya ke dalam website yang ia buat
bernama Facemash. Sejumlah foto rekan mahasiswanya terpampang di situ.
Tak lupa ia membubuhkan kalimat yang meminta
pengunjungnya menentukan mana dari foto-foto ini yang paling "hot".
Pancingannya mengena. Dalam tempo empat jam sejak ia meluncurkan webiste itu
tercatat 450 orang mengunjungi Facemash dan sebanyak 22.000 foto mereka buka.
Pihak Harvard mengetahuinya dan sambungan internet pun diputus. Zuckerberg
diperkarakan karena dianggap mencuri data. Anak muda berambut keriting ini pun
meminta maaf kepada rekan-rekan yang fotonya masuk di Facemash. Tetapi ia tak
menyesali tindakannya. "Saya kira informasi seperti itu harus tersedia
(online)," ujamya.
Alih-alih
kapok ia malah membuat website baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com).
Website ini ia luncurkan pada Februari 2004. Facebook merupakan penyempurnaan
dari Facemash. Sasarannya tetap sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa
Harvard. Dalam penjelasan di website-nya sekarang disebutkan bahwa Facebook
adalah suatu alat sosial untuk membantu orang berkomunikasi lebih efisien
dengan rekan, keluarga, atau rekan kerjanya. Facebook menawarkan navigasi yang
mudah bagi para penggunanya. Setiap pemilik account punya ruang untuk memajang
fotonya, teman-temannya, network, dan melakukan hal lainnya seperti bisa berkirim
pesan dan lain sebagainya.
Banyaknya
aplikasi yang bisa digunakan oleh anggotanya membuat Facebook digandrungi
banyak orang. Konon hingga saat ini sudah lebih dari 20.000 aplikasi dimasukkan
ke dalam Facebook yang bisa digunakan para anggotanya. Setidaknya 140 aplikasi
baru ditambahkan ke Facebook setiap harinya dan 95% pemilik account Facebook
telah menggunakan minimal satu aplikasi.
Penyertaan
banyak aplikasi ini membuat Facebook berbeda dengan website jejaring sosial
terdahulu seperti MySpace. Lalu orang berbondong-bondong mengunjungi
websitenya dan mendaftar jadi anggotanya. Dalam waktu dua minggu setelah
diluncurkan, separuh mahasiswa Harvard sudah memiliki account di Facebook.
Ternyata tak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik, beberapa kampus di sekitar
Harvard pun meminta dimasukkan dalam jejaring Facebook.
Ini
membuat Zuckerberg kewalahan. Ia lalu meminta bantuan dua temannya untuk ikut
mengembangkan Facebook. Dalam tempo empat bulan Facebook sudah bisa menjaring
30 kampus. Hingga akhir 2004 jumlah pengguna Facebook sudah mencapai satu juta.
Pengguna
Facebook terus meningkat. Malah ada sejumlah orang yang tak lagi jadi mahasiswa
atau yang masih di sekolah ingin bergabung. Tingginya desakan ini membuat
Zuckerberg dan kawan-kawan memutuskan Facebook membuka jaringan untuk para
siswa sekolah menengah (di sini SMU) pada September 2005. Tak lama kemudian
mereka juga membuka jejaring para pekerja kantoran. Kesibukan yang luar biasa
ini membuat Zuckerberg harus memutuskan keluar dari Harvard. "Apa yang
saya inginkan sudah ada di tangan. Saya tidak ingin punya ijazah kemudian
bekerja. Menurut saya, pekerjaan hanyalah untuk orang-orang yang lemah,"
ujarnya pada Majalah Current. Zuckerberg dan kawan-kawan kemudian mengembangkan
Facebook lebih jauh lagi. Pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran
untuk jejaring umum dengan syarat memiliki email. Sejak itulah jumlah anggota
Facebook melesat.
Saat
ini jumlah anggota aktifnya mencapai 70 juta di seluruh dunia. Jejaring yang
dihimpunnya mencapai enam juta jaringan (kelompok pertemanan) meliputi 55.000
jaringan berdasarkan demografi, pekerjaan, sekolah, kolegial, dan sebagainya.
Setiap harinya ada 14 juta foto di-upload (dimasukkan ke Facebook). Dan dalam
hal jumlah trafik pengakses Facebook menjadi website teraktif ke-6 di dunia dan
menjadi website jejaring sosial kedua terbesar versi camScore.
Sumber
Referensi :


0 komentar :
Posting Komentar